RSS

Arsip Kategori: Petualangan Pribadi

Memaafkan (random)

Takmudah memang untuk memaafkan, ibarat kayu yang dipaku, mesti sudah dicabut tetep saja menyisakan lubang, apalagi kalo stelah dicabut lalu diulang dipaku lagi. Tapi kalo memang lubang itu harus ada sebagai balasan kesalahanku aku nerima kok. (AP, 6 Februari 2013)

terlalu besar cintaku, hingga ku taktahu betapa bodohnya aku.

hanya rasa memiliki yang mendorong aku untuk memeliharanya.

semenjak aku datang seolah semua jadi terkekang oleh aturan yg sejujurnya kita ga pernah sepakat.

kuning, pink, hijau, biru pun takmampu mewakili semuanya.

biarlah 2kuntum mawar yang merekah menghibur dalam gelapku.

akhirnya aku sadar satu hal.

aku yang lebih pantas harus minta maaf…

lihat sgalanya lebih dekat. Dan kau akan lebih bijaksana.

aku pun mulai nyaman berbicara pada dinding kamar.

tiap sudut menyapaku bersahabat.

pergilah dan kan kusimpan bayangmu, usaikan kisah kita.

mungkin kau taksadari kaulah alasan kutersenyum saat terjatuh.

dan suara burung hantu pun memecah hening malam.

rintik hujan membasahi bumi.

seolah mendengar tiap penyesalan atas tiap luka yang tertoreh.

tanpa sadar telah menyakiti banyak diri.

menunggu dan mengharap. Menunggu berarti sabar, berharap berarti doa.

ketika hukum (seharusnya) memihak, memihak kepada keadilan.

ketika nurani terdengar bernyanyi.

berdalih, bersembunyi dibalik tidak tahu, dan berujung mencari kambing (sepertujuh sapi) hitam.

maaf, maaf, maaf, takseharusnya aku sepeduli ini. #emangsayapeduli #emangsayasalah #emangsayamintamaaf

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Februari 2013 inci Petualangan Pribadi

 

Petualangan 080810

Syukur Alhamdulillah atas nikmat hari ini. Sebuah petualangan yang melelahkan namun terbayar dengan kepuasan batin. Sungguh besar makna kekeluargaan, yang bagiku mungkin melebihi materi. Hidup itu penuh hal yang tak terduga walaupun sudah direncanakan sedemikian rupa. esensi yang aku petik: ada kebersamaan, kepercayaan, kepedulian, semangat dalam mencapai suatu tujuan walaupun jalan yang ditempuh adalah jalan yang mendaki, kesederhanaan, rasa saling memiliki.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Maret 2012 inci Petualangan Pribadi

 

Membaca Tanpa Memahami Makna

Toby berusia neu tahun dan mempunyai holl of oun ret. Vilt-nya yang paling besar adalah tecture bernama Fred. Toby melakukan lev terhadap Fred setiap yak dan memberinya holl of welt to pock, bahkan dia membawakan beberapa peu untuk di-cutch oleh Fred setiap kali dia bisa mendapatkan semua itu dari kult-nya. Fred memiliki cukup mump untuk pell di dalam gelt yang terdapat di fing-nya Toby dan melakukan remp untuk juges-nya.

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan kalimat lengkap :

  1.  Berapakah usia Toby?
  2. Apakah yang dimiliki Toby?
  3. Apakah yang dilakukan Toby kepada Fred setiap yak-nya?
  4. Apakah yang diberikan Toby kepada Fred?
  5. Mengapa Fred bisa pell di dalam gelt Toby?
  6. Apakah yang di-remp oleh Fred?

(Raban,1982,hlm 7)

Sebagai pembaca Anda tentu akan bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, meskipun anda tidak memahami satu kata pun yang terdapat dalam alenia kutipan tersebut. Menarik bukan?

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 Maret 2012 inci Petualangan Pribadi

 

Diproteksi: Touring 15 jam Bersama BE8930

Konten berikut dilindungi dengan kata sandi. Untuk melihatnya silakan masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

 
Masukkan password Anda untuk melihat komentar.

Ditulis oleh pada 16 Januari 2012 inci Petualangan Pribadi

 

Bukan sekedar Bandung-Jakarta

Sore itu hanyalah sore biasa bagi sebagian orang, namun banyak hal yang dapat dipetik dari pengalaman sore ini. Pengalaman menaklukkan Bandung-Jakarta dengan Vega R BE#9#0$$.
Walau belum pernah punya pengalaman sebelumnya dan bermodalkan insting bahwa untuk ke jakarta aku harus melalui Purwakarta (ntah kota/kabupaten) trus ke cikampek, karawang, cikarang, bekasi dan masuk ke Jakarta. Di sini aku yakin-seyakin-yakinnya bahwa ini tak jauh beda jika kita ingin memperoleh Ridha Allah. Analoginya Jakarta itu tujuannya, ada peta menuju sana, di sepanjang perjalanan ada petunjuk jalan yang harus selalu dipatuhi jika ingin sampai dengan selamat, begitu pula untuk menuju Ridha-Nya, maka ada Al Quran sebagai petanya, sedangkan petunjuk jalan bisa di dapat dari membaca keadaan sekitar, setiap saat kita harus mencari petunjuk tak sekedar melihatnya namun harus mengikutinya. Realitanya dalam kehidupan sehari-hari banyak petunjuk dari manapun dan kita harus pandai dalam memilihnya untuk mencari jalan terbaik untuk menuju tujuan kita.

Berangkat dari kosan kira-kira pukul 15.00.Sampai depan RSHS sempet pengen balik ngambil kamera yang ketinggalan, tapi ngelihat kemacetan yang panjang akhirnya kurelakan untuk takmembawa kamera. Sampai cimahi dan padalarang kondisi jalan lancar, padat merayap lah.
Ketika melintasi jalan meliuk-liuk setelah padalarang yang teringat adalah suasana jalan sidoharjo-wonogiri, hal ini mengingatkanku pada ibuku yang tiap hari meski menempuh perjalanan untuk sampai sekolah tempat kerjanya. Rasa kangen terobati, walau rasanya ingin cepat ketemu dengan keluarga di rumah. Sampai di Bandung barat, lupa aku kecamatannya, aku dapet temen buat kebut-kebutan, di sini satu hal yang ku petik adalah untuk mencapai suatu tujuan terkadang kita perlu rival agar bersemangat dan bisa lekas sampai. Dalam belajar maupun bekerja kayaknya bisa diterapkan nih (mudah diomongkan tapi susah implementasinya).
Masuk Purwakarta aku tertinggal jauh dengan rivalku tadi, ntah udah jauh atau udah nyampe ga tau.

Sampai sadang cikopo rasanya aku ga asing lagi dengan daerah ini karena pernah lewat sini waktu pulang sama kakakku beberapa bulan yang lalu dari jakarta. Di pasar daerah karawang jalanan macet padet banget, mungkin menjelang magrib kali ya.
Kemudian masuk jalur pantura, matahari nampak berwarna orange bagus banget, cepat banget menghilang di ufuk barat, lalu masukkan ke jalan ring road yang sepi saat tepat buat ngebut. Sepanjang perjalanan pengannya segera mampir masjid, tapi masjid besar selalu di seberang jalan, akhirnya berbuka di jalan dengan segelas air yang kubawa dan mampir di mushola SPBU. Perjalanan dilanjutkan dengan situasi lancar (mungkin pada magriban dan tarawih kali). Sampai bekasi sempet bingung mau masuk pendok gede atau mau ke pulo gadung, tapi akhirnya ke pulo gadung muter2 rawamangun, matraman, dan ke mampang. Rasanya ga percaya waktu nyampe di kosan di mampang.
Capek tapi pengen lagi….

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 28 Desember 2011 inci Petualangan Pribadi

 

Lebih dari sekedar Paguyuban

logo widyakelana

logo widyakelana itb

Akhir pekan ini sungguh luar biasa bagiku. Sore ini tadi ada penyambutan anggota keluarga Widyakelana 2011 dan disambung Syukuran Wisudaan. Dimulai kira-kita pukul 15.00 kuawali dengan perkenalan apa itu Widyakelana dan perkenalan anggota 2010 ke atas. kemudian dilanjutkan dengan syukuran wisudaan.

Banyak saran yang diberikan oleh kakak-kakak yang wisuda kali ini, mulai dari memanfaatkan masa kuliah dengan belajar, belajar dan belajar, senantiasa agar memohon restu orang tua biar lancar, kemudian berusaha untuk bisa bermanfaat bagi orang lain, sampai berkegiatan di sela-sela kuliah.

Widyakelana bagiku bukan sekedar paguyuban tapi lebih dari itu. Diawali dari sambutan hangat senior di tiap tahunnya, makan-makan, jalan-jalan hingga sharing pengalaman baik akademik maupun non akademik. Widayakelana adalah peguyuban pertama yang menerimaku dengan segala keterbatasanku ketika pertama kali masuk ITB. Di sana aku juga belajar berorganisasi, berbagi inspirasi, belajar arti berbagi dalam keterbatasan maupun bersyukur dalam kecukupan.

Banyak hal kudapat dari sini tapi apa yang telah kuberi untuknya? aku mungkin hanya mampu berbagi pengalaman, pikiran, tenaga untuk guyubnya Widyakelana ini. Semoga Widyakelana ini tetap ada sampai kapanpun dan dimanapun tetap punya ruang khusus di hatiku. Hidup Widyakelana ITB.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Juli 2011 inci Petualangan Pribadi

 

Jalan-jalan Akhir Pekan

Hari minggu memang cocok untuk jalan-jalan. Jalan-jalan pada kesempatan kali ini adalah ke Rumah teletubis (kata temen saya sih), atau biasa disebut perpustakaan pusat UI (Universitas Indonesia). Sayangnya hari minggu tidak diperkenankan masuk ke dalam perpus, akhirnya untuk mengobatinya aku menikmati suasana di pinggir danau yang terletak persis di sebelah Perpustakaan tersebut. Berikut adalah aku yang sedang duduk di area sekitar Perpustakaan UI, tepatnya di depan STARBUCKS COFFEE.

Gambar Arif di Area Perpustakaan UI

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Juni 2011 inci Petualangan Pribadi