RSS

Bukan sekedar Bandung-Jakarta

28 Des

Sore itu hanyalah sore biasa bagi sebagian orang, namun banyak hal yang dapat dipetik dari pengalaman sore ini. Pengalaman menaklukkan Bandung-Jakarta dengan Vega R BE#9#0$$.
Walau belum pernah punya pengalaman sebelumnya dan bermodalkan insting bahwa untuk ke jakarta aku harus melalui Purwakarta (ntah kota/kabupaten) trus ke cikampek, karawang, cikarang, bekasi dan masuk ke Jakarta. Di sini aku yakin-seyakin-yakinnya bahwa ini tak jauh beda jika kita ingin memperoleh Ridha Allah. Analoginya Jakarta itu tujuannya, ada peta menuju sana, di sepanjang perjalanan ada petunjuk jalan yang harus selalu dipatuhi jika ingin sampai dengan selamat, begitu pula untuk menuju Ridha-Nya, maka ada Al Quran sebagai petanya, sedangkan petunjuk jalan bisa di dapat dari membaca keadaan sekitar, setiap saat kita harus mencari petunjuk tak sekedar melihatnya namun harus mengikutinya. Realitanya dalam kehidupan sehari-hari banyak petunjuk dari manapun dan kita harus pandai dalam memilihnya untuk mencari jalan terbaik untuk menuju tujuan kita.

Berangkat dari kosan kira-kira pukul 15.00.Sampai depan RSHS sempet pengen balik ngambil kamera yang ketinggalan, tapi ngelihat kemacetan yang panjang akhirnya kurelakan untuk takmembawa kamera. Sampai cimahi dan padalarang kondisi jalan lancar, padat merayap lah.
Ketika melintasi jalan meliuk-liuk setelah padalarang yang teringat adalah suasana jalan sidoharjo-wonogiri, hal ini mengingatkanku pada ibuku yang tiap hari meski menempuh perjalanan untuk sampai sekolah tempat kerjanya. Rasa kangen terobati, walau rasanya ingin cepat ketemu dengan keluarga di rumah. Sampai di Bandung barat, lupa aku kecamatannya, aku dapet temen buat kebut-kebutan, di sini satu hal yang ku petik adalah untuk mencapai suatu tujuan terkadang kita perlu rival agar bersemangat dan bisa lekas sampai. Dalam belajar maupun bekerja kayaknya bisa diterapkan nih (mudah diomongkan tapi susah implementasinya).
Masuk Purwakarta aku tertinggal jauh dengan rivalku tadi, ntah udah jauh atau udah nyampe ga tau.

Sampai sadang cikopo rasanya aku ga asing lagi dengan daerah ini karena pernah lewat sini waktu pulang sama kakakku beberapa bulan yang lalu dari jakarta. Di pasar daerah karawang jalanan macet padet banget, mungkin menjelang magrib kali ya.
Kemudian masuk jalur pantura, matahari nampak berwarna orange bagus banget, cepat banget menghilang di ufuk barat, lalu masukkan ke jalan ring road yang sepi saat tepat buat ngebut. Sepanjang perjalanan pengannya segera mampir masjid, tapi masjid besar selalu di seberang jalan, akhirnya berbuka di jalan dengan segelas air yang kubawa dan mampir di mushola SPBU. Perjalanan dilanjutkan dengan situasi lancar (mungkin pada magriban dan tarawih kali). Sampai bekasi sempet bingung mau masuk pendok gede atau mau ke pulo gadung, tapi akhirnya ke pulo gadung muter2 rawamangun, matraman, dan ke mampang. Rasanya ga percaya waktu nyampe di kosan di mampang.
Capek tapi pengen lagi….

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 28 Desember 2011 in Petualangan Pribadi

 

One response to “Bukan sekedar Bandung-Jakarta

  1. ermaynee

    29 Desember 2011 at 07:28

    😀
    ayiit, izin memasang link nya di frend Blogroll..

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: