RSS

Arsip Kategori: Uncategorized

Mawar Oranye

Mawar Oranye

Mawar Oranye

Iklan
 
3 Komentar

Ditulis oleh pada 28 Oktober 2015 inci Uncategorized

 

Berdamai Dengan Masa Lalu

Damai aja deh… Kudu bayar berapa tapi… Udah lah daripada ribet…

Bisa saja di masa lalu kita punya kesalahan yang mungkin sulit buat dilupakan. Ambil hikmahnya aja. Setidaknya bisa jadi pengingat agar tidak sombong. Namun juga jangan sampai jadi alasan untuk berhenti dan tidak berbuat. Berdamai saja lah saran yang tepat untuk masa lalu yang suram. Diam-diam memaafkan tanpa banyak orang yang tahu. Tatap masa depan dengan modal masa lalu yang kita miliki. Terus bersyukur dan berusaha istiqomah untuk bersyukur.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 28 Juli 2015 inci Uncategorized

 

Tidak Akan dan Tidak Bisa

Tidak akan adalah saat kau bisa melakukannya, tapi kau tak ingin melakukannya.
Tidak bisa berarti kau benar-benar tak tahu cara melakukannya.
Saat kau tak tahu cara untuk melakukan apapun, kau mengatakan bahwa kau tidak mau melakukannya, seharusnya kau katakan tak bisa.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 1 Juni 2015 inci Uncategorized

 

Bahagia

Jika dengan sederhana bisa membuat bahagia, kenapa harus berlebihan? Jadilah sederhana 🙂

Di mana-mana yang namanya berlebihan itu kurang baik atau bahkan tidak baik. Sederhana saja sudah cukup kok.
Hatilah yang tahu seberapa ambang batas bahagia. Bagaimana hati bisa lapang, lebih bersih, lebih tenang.

Kebahagian sejatinya ada dalam diri bukan tergantung pada kondisi luar yang sangat mungkin cepat berubah.
Setidaknya dengan hidup bersahaja, sederhana, dan apa adanya. Selalu bekerja keras, bersungguh-sungguh.

Langit biru memberi tahu tentang kelapangan, tentang kesederhanaan. Langit biru membentang luas di seluruh penjuru memberi kesan luas sehingga nampak lapang.

Langit jingga memberi tahu tentang pertemuan singkat dan bermakna. Langit jingga muncul hanya di fajar dan senja, memberikan makna pergantian malam ke siang dan sebaliknya siang dan malam.

Langit hitam memberi tahu mengenai ketenangan dan kesunyian. Langit hitam malam memberikan kesan tenang dan sunyi untuk istirahat menyegarkan badan ataupun untuk sekedar mencari inspirasi di tengah dini hari yang sepi.

Sudahkah kamu bahagia hari ini? entah di langit hitam, jingga atau biru.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 Mei 2015 inci Uncategorized

 

Alternatif Transportasi ke Institut Teknologi Bandung (Kampus Ganesha)

Berikut beberapa alternatif transportasi menuju Institut Teknologi Bandung (Kampus Ganesha), Jalan Ganesha 10, Bandung :

Dari Terminal Bis Leuwipanjang
Naik bis Damri jurusan Leuwipanjang-Dago, turun di Jl. Ir. H. Djuanda (depan Rumah Sakit Santo Boromeus). Jalan kaki 250 meter ke gerbang depan ITB.
Taksi via Jl. Otto Iskandar Dinata 8,2 km ±21 menit.
Dari Bandara Husein
Naik angkot jurusan Sadang Serang-Caringin (warna biru) ke arah Sadang Serang, turun di gerbang depan ITB.
Taksi via Jl. Layang Pasupati 5 km ±12 menit.
Travel Terdekat
Naik Baraya Travel, DayTrans, Cititrans, Bimo Trans, dan Cipaganti, turun di pool Jl. Dipati ukur. Setelah itu naik angkot jurusan Dago-Kalapa turun di Jl. Ir. H. Djuanda (depan Rumah Sakit Santo Boromeus). Lalu menyebrang ke jalan Ganesha kemudian jalan kaki 250 m ke gerbang depan ITB.
Dari Stasiun Bandung
Naik angkot jurusan jurusan Cisitu-Tegalega (warna ungu) ke arah Cisitu, turun di depan Kebun Binatang. Lalu menyebrang ke jalan Ganesha kemudian jalan kaki 150 meter ke gerbang depan ITB.
Taksi via Jl. Pajajaran 4,2 km ±10 menit.
Dari Stasiun Kiaracondong
Naik angkot jurusan Riung Bandung-Dago ke arah Dago, turun di Jl. Ir. H. Djuanda (simpang Dago). Lalu naik angkot Sadang Serang-Caringin (warna biru) ke arah Caringin, turun di depan Kebun Binatang. Lalu menyebrang ke jalan Ganesha kemudian jalan kaki 150 meter ke gerbang depan ITB.
Taksi via Jl. W.R Supratman 6,8 km ±16 menit.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 April 2015 inci Uncategorized

 

Maaf Jika Aku Pernah Terlambat

Bagaimana jika tidak ada lagi orang yang mau menunggumu? Karena kamu tidak pernah tepat waktu. Sampai kapan kamu berharap orang lain akan selalu bisa memahami keterlambatanmu? Sampai kapan kamu berpikir bahwa orang lain selalu bisa menerima ketidaktepatanmu?

Sadarkah, bahwa kamu yang meninggalkan mereka. Karena kamu tidak pernah menghargai waktu yang mereka miliki. Karena kamu telah menyia-nyiakan kepercayaan yang telah ia berikan. Karena kamu telah menahan mereka untuk maju. Hanya demi menunggumu, yang tidak pernah mereka bisa pastikan. Kapan datangnya. – Kurniawan Gunadi

Sungguh aku tak bisa membantahnya bahwa aku pernah menyia-nyiakan waktu dalam hidupku. Aku tidak punya maksud meninggalkan siapapun, apalagi menahan langkah siapa pun untuk maju. Juga tak ingin mengecewakan kepercayaan itu. Penyesalan dan permohonan maaf  atas ketidaktepatwaktuan ini. Jadi silahkan saja jika hendak pergi meninggalkanku, tak usah menungguku (lagi) karena aku kan berhenti berharap…

Aku selalu yakin bahwa akan ada yang kutemui untuk melanjutkan perjalananku yang pernah terlambat ini. Walau tak mungkin kembalikan waktu atau keadaan, setidaknya aku pernah mengalami pelajaran dari pengalaman hidupku sendiri bukan dari sekedar dari membaca novel atau buku cerita kisah nyata.

Terima kasih, syukur kehadirat Allah, bahwa aku masih diberi kesempatan untuk melanjutkan perjalananku yang pernah “terlambat” menurut beberapa pihak. Menurutku inilah saat yang tepat. suatu skenario dan timeline yang begitu runtut dan begitu apik tersusun frame demi frame, adegan demi adegan. Takmungkin aku bantah semua kesalahan yang pernah terjadi, masih ada kesempatan untuk selalu memperbaiki diri. InsyaAllah.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 10 April 2015 inci Uncategorized

 

Komitmen, Konsisten dan Tekun

Tiga kata yang punya makna masing-masing.
Menurut KBBI :
komitmen/ko·mit·men/ n perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak: perkumpulan mahasiswa seharusnya mempunyai — thd perjuangan reformasi;
konsisten/kon·sis·ten/ /konsistĂ©n/ a 1 tetap (tidak berubah-ubah); taat asas; ajek; 2 selaras; sesuai: perbuatan hendaknya — dng ucapan;
tekun/te·kun/ a rajin, keras hati, dan bersungguh-sungguh: ia belajar dng –;

Komitmen terhadap sesuatu yang dilakukan memang tidaklah mudah. Butuh konsistensi dan tekun dalam pelaksanaannya. Lantas bagaimana dengan komitmen terhadap diri sendiri. Suatu perjanjuan (keterikatan), kontrak terhadap diri sendiri? akankah bakal dilanggar, notabene diri sendirilah yang menjalankan dan menjadi pengawasnya. Seperti itu pula dengan mewujudkan impian. Takbisa dipungkiri bahwa dalam mewujudkan impian pasti akan ada kendala atau hambatan. Namun dengan konsisten dan tekun, dua sifat tersebut akan membuat kita menjadi taat asas, ajek, rajin, keras hati, dan bersungguh-sungguh dalam mewujudkan impian.
Penulis memang belum bisa membuat kontrak sendiri dengan diri sendiri. Lebih banyak hanya berupa draf rencana yang takjarang dilanggar. Semuanya harus tetap dimulai. Dimulai dengan memaafkan diri sendiri atas kegagalan pencapaian masa lalu, dan kemudian memulai menyusun komitmen masa depan dan dilaksanakan dengan konsisten dan tekun. InsyaAllah bisa.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 April 2015 inci Uncategorized

 

Dan Aku Mencintai Ilalang

Saat itu sore menjelang senja, saat aku duduk di tepi tanah lapang belakang rumah kakak sepupuku. Itulah kenangan pertemuan pertamaku dengannya. Tiba-tiba dia menghampiriku, tangan kanannya mengulurkan seikat ilalang.
“Kuperhatikan kau dari tadi duduk melihat ilalang bergoyang ditiup angin, Kau suka ilalang, bukan?”
“Siapa kamu?”
“Aku pengelana yang mencintai ilalang.
“Kenapa kau cinta ilalang?”
“Karena ilalang mengajariku ketegaran.”
Entah kenapa aku menyukai jawabannya. Seolah bertemu sahabat yang lama tak berjumpa. Sejenak senyumku pun menyimpul di bibir.
“Kau sendiri kenapa menyukai ilalang?”
“Karena ilalang terlihat tegar tanpa kesan menggoda.”
Kau tersenyum, mengerling “Alasan kita sama.”
“Iya, sama.”
Tidak butuh banyak waktu untuk membiarkan ilalang itu tumbuh. Daun-daunnya tegak menghijau, kemudian tumbuhan itu merajalela. Memenuhi sisi tanah lapang yang takpernah terjamah kaki anak-anak kecil yang bermain bola atau permainan lainnya. Bahkan ilalang-ilalang itu bisa tumbuh di tengah batu padas.
Daunnya yang panjang menjulang ke udara dan sesekali bergerak gemulai tertiup angin, seolah ingin mengatakan “Hai manusia, kenapa kalian putus asa? lihat aku tumbuh tak pernah menyerah pada kesulitan hidup!”
Dan aku benar-benar jatuh cinta.

“Akan kutanam ilalang ini di bawah jendela samping tempat tinggalku”.

“Ilalang-ilalang itu akan menjagamu. Kau tak perlu merawatnya, namun ia akan tetap hidup di halamanmu.”

Kemudian kau beranjak dari tempat dudukmu dan pergi perlahan meninggalkan diriku menikmati warna jingga yang mulai merona di langit senja kala itu.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Maret 2015 inci Uncategorized

 

Pesan Buat Pekerja

“Pekerja yang baik adalah pekerja yang melakukan segala sesuatunya dengan tulus dan setia; tidak membantah dan tidak curang; taat dalam segala hal; rela menjalankan pelayanannya; menyenangkan hati karena pekerjaannya berkenan bagi semua.
Apa pun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu untuk Tuhan, bukan untuk kepentingan manusia belaka. Walaupun manusia berkuasa atas alam beserta segala isinya, alam tidak pernah salah dalam menilai apa yang dilakukan dan diperbuat manusia. Keserakahan dan ketidakpedulian akan membawa kehancuran.”

 

Sebuah pesan yang kuperoleh dari suatu buku (maaf lupa tidak dicatat judulnya) di perpustakaan KMCS TCU Gerlong. Pesan untuk bekerja dengan tulus dan setia untuk Tuhan, tidak sekedar untuk kepentingan manusia. Agar menghindari keserakahan dan ketidakpedulian yang membawa ke kehancuran. Pesan singkat padat dan sangat dalam maknanya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Maret 2015 inci Uncategorized

 

Izinkan Aku Menyukai Ilalang

Dari sekian banyak bunga, mengapa kau memilih untuk menyukai ilalang? Bukankah mawar jauh lebih indah?
Setidaknya, ilalang tak memerlukan cara yang rumit untuk tetap hidup.Dan juga ilalang tak memiliki duri.Bukankah hidup tanpa menyakiti orang lain adalah sebuah kebahagiaan?
(Lovya Diani, Aku Memilih Untuk Setia)

Hati ini memang hanya satu, cinta ini pun hanya satu. Semoga kau mengerti, apapun yang kupilih, semuanya karena hatiku yang memilihnya.
(Lovya Diani, Aku Memilih Untuk Setia)

Dua petikan yang diambil dari sebuah buku yang sama. Tak tahu apa yang menggerakkanku tiba-tiba merengkuh buku tersebut dan hanya membaca sampul dan beberapa kalimat awal saja.
Pesannya adalah hak masing-masing orang menyukai sesuatu menurut sudut pandang dan tingkat pengetahuannya terhadap sesuatu. Memilih memang bukan hal yang sederhana, namun sering terjadi dalam kehidupan. Dengan segala keterbatasan pengetahuanku terhadap ilalang izinkan aku untuk menyukai Ilalang. Meski aku tahu ilalang tak pernah sengaja di tanam di kebun apalagi sawah atau padang yang luas. Izinkan aku untuk hidup bahagia tanpa harus menyakiti orang lain. Biarlah aku tumbuh di mana sudah tidak lagi orang mau menanaminya, di sanalah ilalang akan tumbuh.
—————————————————————-
Aku suka warna biru. tapi sampai sekarang masih bingung pilih biru laut apa biru langit.Dari pantai aku bisa lihat itu semua.
Doakan saja aku bisa adil dalam memutuskan nanti ketika sudah pantas untuk datang ke pantai untuk memilih.
Memilih siapa yang kuajak mengarungi birunya laut dan mengikuti petunjuk arah birunya langit.
Menuruti kata hati hendak ke mana dia ingin berlabuh sebelum kembali berlayar.
Hidup tidak untuk berdiam.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Februari 2015 inci Ide dan Pengalaman, Uncategorized