RSS

Arsip Bulanan: Maret 2012

Arti Waktu

Untuk mengetahui arti satu tahun, tanya pada seseorang siswa yang gagal SNMPTN.
Untuk mengetahui arti satu bulan, tanya pada ibu yang melahirkan bayi prematur.
Untuk mengetahui arti satu minggu, tanya pada editor majalah mingguan.
Untuk mengetahui arti satu hari, tanya pada buruh harian yang punya enam anak untuk diberi makan.
Untuk mengetahui arti satu jam, tanya pada orang yang sedang mengerjakan ujian.
Untuk mengetahui arti satu menit, tanya pada orang yang ketinggalan kereta.
Untuk mengetahui arti satu detik, tanya pada seseorang yang selamat dari kecelakaan.
Untuk mengetahui arti satu milidetik, tanya pada seseorang yang memenangkan medali di Olimpiade.
(Dikutip dari The 7 Habits of Highly Effective Teens oleh Sean Covey)

Iklan
 
 

Tag:

Transportasi Umum, Kapan Kau Terjangkau untuk Semua Orang

Transportasi umum, ketika mendengarnya mungkin yang terlintas adalah angkutan yang jelek, ugal-ugalan, mahal, tidak tapat waktu, tidak tersedia setiap waktu, tidak nyaman dan lain-lain. Sebenarnya bisa nggak sih angkutan umum (atau kalo boleh pinjem istilah kerennya angkutan masal) ini bisa benar-benar terjangkau untuk semua orang. Tentunya terjangkau di sini dalam artian harga, ketersediaan, kemerataan dan bisa mengarah ke kenyamanan juga.

Bukan bermaksud mengutuk kegelapan, tapi ingin mencoba menyalakan lilin. Sekarang mungkin transportasi umum sudah bisa dikatakan banyak di mana-mana. Ada kereta api, bis antar kota, angkudes sampai pesawat baik besar maupun perintis, termasuk angkutan laut kapal, dan perahu. Namun tak jarang kita mendengar kehabisan tiket baik bis maupun kereta api. Mungkin dua angkutan ini mewakili angkutan untuk rakyat kebanyakan dilihat dari keterjangkauan harga. Kereta dan Bis mungkin banyak tapi kenapa masih saja kurang. Calo masih berkeliaran di mana-mana. Untuk beli tiket kereta yang berangkat hari ini saja nggak bisa kita langsung beli. Harus minimal seminggu sebelumnya, sebulan sebelumnya, mungkin sekarang 90hari sebelumnya, atau mungkin besok setahun sebelumnya.

Hidup memang penuh ketidakpastian. Ketika kita membeli untuk seminggu mendatang misalnya, masih ada kemungkinan hari itu tidak berangkat atau berubah jadwalnya. Namun jika tidak beli, belum tentu ketersediaan pada hari keberangkatan bisa dijangkau. Mungkin lingkaran setan yang ga putus. Kalo ga beli sekarang ga dapet, tapi kalo beli sekarang belum tentu berangkat. Gimana dong? Gimana kita bisa menjangkau ketersediaan transportasi setiap saat.

Di luar itu semua, sebenarnya kita mesti bersyukur bahwa ada transportasi(walaupun belum terjangkau). Jika kita ke daerah pedalaman yang belum ada angkutan umum atau memadai, sebut saja ke perkampungan di Ciwidey misal, maka ada sedikit angkutan umum pun mereka sudah bersyukur. Bisa beli motor bekas pun juga sudah bersyukur, setidaknya buat ngangkut pakan ternak dari ladang ke rumah.

Butuh kepedulian semua pihak untuk membangun sistem transportasi yang bisa dijangkau semuanya. Setidaknya angkutan yang sudah ada dijaga kenyamanan dan kondisinya, yang belum ada secara bertahap dibuka trayek baru, yang dirasa berlebihan ada baiknya dialihkan, yang masih kurang bisa ditambahi.

Saya rasa bukan hal mustahil Transportasi Umum bisa diandalkan di masa yang akan datang. Kalo kendaraan umum bisa lebih murah dan terjangkau (harga, dan ketersediaan termasuk waktu) maka kenapa harus punya kendaraan pribadi??

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Maret 2012 inci Ide dan Pengalaman

 

Tag:

Setiap Orang Pasti Punya Kelebihan

Disadari atau tidak setiap dari kita pasti memiliki keunikan termasuk kelebihan dan kekurangan. Hal tersebut adalah hal yang waja adua. Tuhan tiada menciptakan sesuatu sia-sia. Saya yakin hal tersebut.

Masalahnya adalah bagaimana masing-masing dari kita menyikapi keunikan yang kita miliki. Kelebihan dan kekurangan mungkin bisa dibilang relatif bagi tiap orang. Ada yang menganggap suatu hal adalah kekurangan bagi dirinya dan mungkin sebenarnya adalah suatu anugerah kelebihan baginya.

Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sekitarnya. Apapun yang kita miliki jika bisa bermanfaat bagi orang lain tentu sebuah kelebihan tersendiri. Bahkan untuk suatu hal sederhana sekalipun. Mungkin menyingkirkan batu di tengah jalan ke pinggir jalan adalah hal sepele, namun bisa jadi itu menyelamatkan orang lain dari kecelakaan yang tragis.

Jadi satu hal yang saya ingin sampaikan adalah “Jangan memvonis bahwa kita tidak punya kelebihan, tapi bagaimana kita bisa memanfaatkan kelebihan kita bagi orang lain. Saya yakin bahwa setiap orang pasti punya kelebihan”.

 
 

Tag:

Petualangan 080810

Syukur Alhamdulillah atas nikmat hari ini. Sebuah petualangan yang melelahkan namun terbayar dengan kepuasan batin. Sungguh besar makna kekeluargaan, yang bagiku mungkin melebihi materi. Hidup itu penuh hal yang tak terduga walaupun sudah direncanakan sedemikian rupa. esensi yang aku petik: ada kebersamaan, kepercayaan, kepedulian, semangat dalam mencapai suatu tujuan walaupun jalan yang ditempuh adalah jalan yang mendaki, kesederhanaan, rasa saling memiliki.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Maret 2012 inci Petualangan Pribadi

 

Sebuah Nasehat tentang Tujuan Hidup

Bismillahirrahmaanirahiim

Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan-pesan Al-Qur’an tentang tujuan hidup yang sebenarnya

Nasehat ini untuk semuanya ……….

Untuk mereka yang sudah memiliki arah………

Untuk mereka yang belum memiliki arah………

dan untuk mereka yang tidak memiliki arah….

nasehat ini untuk semuanya…….

Semua yang menginginkan kebaikan.

Nikah itu ibadah…….

Nikah itu suci………..ingat itu……

Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.

Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan…..

karena semua itu akan menyebabkan celaka.

Jadikan agama sebagai alasan….. Engkau akan mendapatkan kebahagiaan.

Tidak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk karena cinta….

Namun…… jika cinta engkau jadikan sebagai landasan, maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur.

Jadikanlah ” ALLAH ” sebagai landasan…… Niscaya engkau akan selamat, Tidak saja dunia, tapi juga akherat……. Jadikanlah ridho Allah sebagai tujuan…… Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

Jangan engkau menginginkan menjadi raja dalam “istanamu”…..

disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan…….

Jika ini kau lakukan “istanamu” tidak akan langgeng..

Lihatlah manusia ter-agung Muhammad saw….

tidak marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan sorban,

karena sang istri tercinta tdk mendengar kedatangannya.

Tetap tersenyum meski tidak mendapatkan makanan tersaji dihadapannya ketika lapar……..

Menjahit bajunya yang robek……..

Jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam “istanamu”…..

Disayang, dimanja dan dilayani suami……

Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu….

Jika itu engkau lakukan, “istanamu” akan menjadi neraka bagimu

Jangan engkau terlalu cinta kepada istrimu………

Jangan engkau terlalu menuruti istrimu……

Jika itu engkau lakukan akan celaka….

Engkau tidak akan dapat melihat yang hitam dan yang putih,

tidak akan dapat melihat yang benar dan yang salah…..

Lihatlah bagaimana Allah menegur ” Nabi “-mu tatakala mengharamkan apa yang Allah halalkan hanya karena menuruti kemauan sang istri.

Tegaslah terhadap istrimu….. Dengan cintamu, ajaklah dia taat kepada Allah…….

Jangan biarkan dia dengan kehendaknya……

Lihatlah bagaimana istri Nuh dan Luth…..

Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang…..

Istrimu bisa menjadi musuhmu….

Didiklah istrimu…

Jadikanlah dia sebagai Hajar, wanita utama yang loyal terhadap tugas suami, Ibrahim.

Jadikan dia sebagai Maryam, wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya……

Jadikan dia sebagaiKhadijah, wanita utama yang bisa mendampingi sang suami Muhammad saw menerima tugas risalah…..

Istrimu adalah tanggung jawabmu….

Jangan kau larang mereka taat kepada Allah…..

Biarkan mereka menjadi wanita shalilah…

Biarkan mereka menjadi hajar atau Maryam….

Jangan kau belenggu mereka dengan egomu…

Jika engkau menjadi istri…

Jangan engkau paksa suamimu menurutimu…

Jangan engkau paksa suamimu melanggar Allah……

Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami…..

Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa menjaga kehormatannya….

Siapkan dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa yang bisa mendampingi suami menjalankan misi.

Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu….

Jangan kau usik suamimu dengan tangismu….

Jika itu kau lakukan…..

Kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi pendurhaka…… jangan……….

Jika engkau menjadi Bapak……

Jadilah bapak yang bijak seperti Lukmanul Hakim

Jadilah bapak yang tegas seperti Ibrahim

Jadilah bapak yang kasih seperti Muhammad saw

Ajaklah anak-anakmu mengenal Allah……….

Ajaklah mereka taat kepada Allah…….

Jadikan dia sebagai Yusuf yang berbakti…….

Jadikan dia sebagai Ismail yang taat…….

Jangan engkau jadikan mereka sebagai Kan’an yang durhaka. Mohonlah kepada Allah……….

Mintalah kepada Allah, agar mereka menjadi anak yang shalih…..

Anak yang bisa membawa kebahagiaan.

Jika engkau menjadi ibu….

Jadilah engkau ibu yang bijak, ibu yang teduh….

Bimbinglah anak-anakmu dengan air susumu….

Jadikanlah mereka mujahid………

Jadikanlah mereka tentara-tentara Allah…..

Jangan biarkan mereka bermanja-manja…..

Amin….

 
 

Tag:

Gething Nyanding Sengit Ndulit

Sebuah kata-kata mutiara yang kutemukan siang ini tadi, kalo ga salah hadist tapi kurang tau riwayat mana. yang penting maknanya. kurang lebih demikian.

Cintailah apa yang kau cintai sekedarnya saja, bisa jadi suatu saat akan menjadi sesuatu yang kau benci. Dan bencilah apa yang kau benci sekedarnya saja, bisa jadi suatu saat akan menjadi sesuatu yang kau cintai.

Jadi teringat tantang Teorema Gething Nyanding Sengit Ndulit, sebuah peribahasa jawa yang maknanya kurang lebih benci tapi bersanding di sampingnya, bilang benci(sengit) tapi mencolek(ndulit). Ya mungkin memang benar bahwa cinta dan benci itu beda tipis. orang cenderung akan memikirkan seseorang yang dibenci atau dicintanya dengan energi yang hampir sama. bisa juga tiba-tiba menyebrang dari cinta ke benci dan sebaliknya.Jadi kesimpulan sementara saya adalah mencinta dan membencilah dengan sewajarnya saja.

 

Aku Cinta Produk Indonesia

Begitu mudah mengkampanyekan agar cinta produk Indonesia. Namun begitu banyak hal yang paradoks dengan hal tersebut. Masih kurangnya kepercayaan terhadap produk lokal nampaknya bukan sekedar isapan jempol. Bahkan untuk menulis ini saya pun memakai produk Laptop asing (baca: bukan lokal).

Ketika beberapa waktu yang lalu kita dihebohkan dengan keputusan Walikota Solo untuk memakai mobil Esemka Rajawali sebagai mobil dinas, nampak masih banyak cibiran bahkan meremehkan produk lokal anak SMK tersebut. Saya pribadi salut atas perjuangan mereka walaupun ga bisa dipungkiri bahwa dari desain memang ada yang serupa di China. Tapi setidaknya ada upaya untuk merintis mobil nasional, dan yang terpenting adalah membangun mental percaya pada produk dalam negeri.Produk Indonesia bisa jadi andalan.

Produk Indonesia memang masih harus berjuang untuk bersaing dengan serbuan produk asing, namun saya percaya bahwa dengan menggunakan produk dalam negeri setidaknya kita telah mendukung anak bangsa untuk mandiri. Kesederhanaan adalah awal suatu kreatifitas.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Maret 2012 inci Sekitar Kita

 

Tag:

Menerima dengan Jalan Memberi

Nampaknya menerima dengan jalan memberi terdengar paradoks. Jika disadari sesungguhnya semakin banyak yang bisa kita berikan kepada sesama atau kepada sekitar kita, maka akan semakin banyak yang kita terima. Kebaikan-kebaikan atau pun mungkin kita menganggapnya suatu kebetulan semata. Saya yakin bahwa keberuntungan (saya lebih suka menyebutnya anugerah tak terduga) yang kita alami adalah sesuatu yang telah direncanakan oleh Tuhan kepada kita. Jika kita merasa belum melakukan kebaikan namun sudah memperoleh kebaikan, maka lakukanlah kebaikan setelahnya. Jika sudah melakukan kebaikan ketika memperoleh kebaikan tersebut, maka tetaplah berbuat baik. Sekecil apapun kebaikan tersebut niscaya akan terbalas lebih baik. Kalau tidak percaya silahkan coba melakukan kebaikan sekarang juga.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 13 Maret 2012 inci Pengembangan Diri

 

Tugasku Bukan Mencari Dirimu

“Takkan berubah meski cintaku kamu”, Adhisa Paramitha

Jika yang tertulis di Lauhul Mahfudz adalah namamu untuk diriku, aku yakin bahwa niscaya rasa cinta itu akan Allah tumbuhkan dalam diriku dan dirimu.
Tugasku bukan mencari dirimu, tetapi menjadikan diriku semakin shaleh untuk mempersiapkan diri sebagai imam bagi keluarga, dan juga kelak menjadi ayah dari anak-anakmu, yang akan menemani perjalananku bersamamu nanti.
Mulai sekarang aku harus senantiasa memperbaiki diri, setidaknya agar pantas untuk menjadi imam bagi tulang rusukku dan buah hatiku tercinta kelak.
Aku berharap kau pun melakukan hal demikian, menjadikan dirimu shalihah agar siap sebagai pendamping yang sabar menghadapiku dan setia menemani di saat suka dan dukaku, hingga suatu saat kelak ketika kita mengarungi samudera kehidupan ini bersama, kau akan berkata : “Pantaslah bila kaupilih diriku sebagai bidadari surgamu yang selalu menemani hari-harimu dan buah hatimu tercinta”.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 12 Maret 2012 inci Nasihat dan Renungan

 

Puskesmas Matematika

Mendengar Puskesmas maka kita pasti merujuk ke Pusat Kesehatan Masyarakat yang menangani bidang kesehatan. Namun hari ini saya mendengar istilah tersebut dipakai oleh ibu Siti Fauzanah, Pensiunan Guru matematika SMPN 1 Parakan , yaitu Puskesmas Matematika. Apa itu puskesmas Matematika?  Seperti biasa Puskesmas diperuntukkan bagi orang yang sakit. Namun bagi Ibu Nah (sapaan akrab bu Fauzanah) , Puskesmas Matematika miliknya digunakan untuk anak-anak yang kesulitan matematika. Siapa  yang tidak  bisa matematika, maka ia sakit.

“Mereka kan sakit, jadi harus ke puskesmas agar sehat,” ujarnya.

Puskesmas matematika beliau berdiri di Dusun Ngempon Lor, Kelurahan Parakan Wetan, Kecamatan Parakan, Kabupaten  Temanggung, Provinsi Jawa Tengah. Prestasi yang luar biasa adalah ada di antara murid didikan bu Nah yang sampai  juara olimpiade matematika. Sungguh luar biasa. Walaupun sudah pensiun dari mengajar di SMPN 1 Parakan, Bu Nah masih tetap mengajar di Puskesmas Matematikanya. Bahkan juga memberi Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) dalam matematika tentunya untuk anak didiknya SMPN 1 Parakan dan anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. Tak heran jika beliau mendapat anugerah Heroes pada K!ck Andy Heroes. Salut kepada Ibu Nah atas dedikasinya dan pengabdiannya untuk kemajuan bangsa dan tentunya untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 11 Maret 2012 inci Nasihat dan Renungan