RSS

Arsip Bulanan: Februari 2015

Izinkan Aku Menyukai Ilalang

Dari sekian banyak bunga, mengapa kau memilih untuk menyukai ilalang? Bukankah mawar jauh lebih indah?
Setidaknya, ilalang tak memerlukan cara yang rumit untuk tetap hidup.Dan juga ilalang tak memiliki duri.Bukankah hidup tanpa menyakiti orang lain adalah sebuah kebahagiaan?
(Lovya Diani, Aku Memilih Untuk Setia)

Hati ini memang hanya satu, cinta ini pun hanya satu. Semoga kau mengerti, apapun yang kupilih, semuanya karena hatiku yang memilihnya.
(Lovya Diani, Aku Memilih Untuk Setia)

Dua petikan yang diambil dari sebuah buku yang sama. Tak tahu apa yang menggerakkanku tiba-tiba merengkuh buku tersebut dan hanya membaca sampul dan beberapa kalimat awal saja.
Pesannya adalah hak masing-masing orang menyukai sesuatu menurut sudut pandang dan tingkat pengetahuannya terhadap sesuatu. Memilih memang bukan hal yang sederhana, namun sering terjadi dalam kehidupan. Dengan segala keterbatasan pengetahuanku terhadap ilalang izinkan aku untuk menyukai Ilalang. Meski aku tahu ilalang tak pernah sengaja di tanam di kebun apalagi sawah atau padang yang luas. Izinkan aku untuk hidup bahagia tanpa harus menyakiti orang lain. Biarlah aku tumbuh di mana sudah tidak lagi orang mau menanaminya, di sanalah ilalang akan tumbuh.
—————————————————————-
Aku suka warna biru. tapi sampai sekarang masih bingung pilih biru laut apa biru langit.Dari pantai aku bisa lihat itu semua.
Doakan saja aku bisa adil dalam memutuskan nanti ketika sudah pantas untuk datang ke pantai untuk memilih.
Memilih siapa yang kuajak mengarungi birunya laut dan mengikuti petunjuk arah birunya langit.
Menuruti kata hati hendak ke mana dia ingin berlabuh sebelum kembali berlayar.
Hidup tidak untuk berdiam.

Iklan
 
2 Komentar

Ditulis oleh pada 9 Februari 2015 inci Ide dan Pengalaman, Uncategorized