RSS

Kenapa namanya Widya Kelana

Pertanyaan yang selalu terucap setiap kali penerimaan mahasiswa baru. Sampai bosan saya menjawab. Daripada ngapalin mending saya tulis saja “Dongeng dari Solo”.
Berikut adalah kutipan surat elektronik dari pendiri Widya Kelana, silahkan dinikmati.
Mengingat sejarah berdirinya Widya Kelana, berarti kembali mengingat kejadian-kejadian lebih 35 tahun lalu.(red-saat ditulis tahun 2011) Tepat tanggal berdirinya saja saya lupa, barangkali temen-temen angkatan 76 (lulus SMAN 1 akhir tahun 1975) yang ingat? Tempat lahirnya saya ingat betul wong itu tempat ‘kost’ saya, yaitu Jalan Banteng Dalam, nomornya lupa, ancer-ancernya dibelakang RS Muhamadiyah Jalan Banteng Bandung. Dulu sih rumah ini ‘mewah’ alias ‘mepet sawah’, tapi apa ya masih ada sawah disitu sekarang. Kalau dari rumah sakit Muhamadiyah rumah ini dikanan jalan, melewati rumah ini bisa tembus jalan lodaya, kalau tidak salah sekarang ada kantor penerbitan surat kabar di jalan itu.
Lalu, apakah tempat itu jadi secretariat Widya Kelana, saya tidak yakin, lha wong saya sebagai ‘ketua terpilih’ untuk tahun 1976-1977(8?)ini orangnya belum melek-organisasi waktu itu, di SMA cuma maen teater jadi sutradara dan seterusnya, yang namanya OSIS itu tidak pahamlah. Juga Mas Solichul Hadi (Dedek) sebagai wakil ketua Widya Kelana 1976-1977(8?), walau di SMAnya sama-sama jadi Ketua Kelas, namun karena kesibukan beliau dan saya, saya koq kurang yakin ada perangkat-organisasi seperti layaknya, ada AD-ART,secretariat, sekretaris, bendahara dan lain2. Ajaib bukan? Untuk periode 1977(8?)-….., mungkin Mas Dedek bisa cerita lebih banyak, wong saya tuh lupa, apa waktu itu pakai acara PILKETU lagi atau tidak, kemudian ada ‘sertijab’ apa tidak, apa sekedar ‘turun ranjang’ saja, setelah saya lengser kemudian diganti Mas Dedek, atau bahkan ada ‘mosi tidak percaya’ terhadap diri saya, hahaha…….
Meskipun nih organisasi AJAIB, namun bukan tidak efektif lho, buktinya sampai sekarang masih ada organisasi Widya Kelana, bahkan saya surprise ketika ‘pulang kampung’ tahun 2003, mendirikan dan memimpin solo_radio, saya menerima tawaran kerja-sama dari Widya Kelana yang ada kaitannya dgn Bandung-ITB-SMAN1. Saya yakin ini organisasi yang kami dirikan waktu itu, saya ingat betul karena nama ‘Widya Kelana’ itu walupun kesepakatan kami waktu itu, namun itu usulan saya. Sebagai ‘barudak gaul’ waktu itu,. Dan per’gaul’an waktu itu sedang keren-kerennya Guruh Sukarno Putra dan lirik-lirik berbahasa sansekerta, maka saya usulkan nama itu, yang di’maksud’kan berarti ‘Pengelana/pengembara yang mencari ILMU’ (lha adik anggota Widya Kelana yg menemui saya waktu itu di kantor solo_radio ga tau, apa arti Widya Kelana itu), nama itu saya usulkan biar beda gitu loh dengan organisasi lain yang biasa pakai nama ‘Perkumpulan Mahasiswa ini/itu….’ Atau ‘Keluarga Mahasiswa ini/itu…’ gitu deh !
Lalu hal apa yang menjadi latar belakang terbentuknya Widya Kelana ini? Atau motif apa yang menjadikan alumni-SMAN1 Surakarta yang kuliah di Bandung mau bergabung dalam organisasi ini? Masing-masing ‘pendiri’ waktu itu tentu punya cerita sendiri. Bagi saya, barangkali perasaan senasib sepenanggungan bersama-sama dalam Kereta Mutiara Selatan atau Bis Bandung Expres/Rajawali dll buat mendaftar Ujian Masuk serta Test (maklum jaman itu belum ada Skalu apalagi Sipenmaru), serta rasa bangga sebagai alumni SMAN1 (selama SMAN 1 ada, jumlah mahasiswa yang diterima di ITB paling banyak masa itu, yaitu 33(?) orang…..dan 11 diantaranya berasal dari kelas yang saya Ketua-I, makanya dalam voting pilihan ketua Widya Kelana saya menang, hahaha….).
Persaaan senasib sepenanggungan itu kembali menguat ketika kita harus antri regrestrasi di ITB dan yang paling memprihatinkan adalah saat harus mengikuti Orientasi Studi selama semingguan itu. Saya dan banyak teman yang lain, belum punya tempat kost yang tetap, maklum baru kali pertama itu di Bandung, namun ada beberapa kawan yang punya kakak sudah kost di Bdg, sehingga dapat ‘menampung’ sementara kami yang ga punya ‘sanak kadang’ di Bandung ini. Kepada kakak angkatan inilah kami numpang untuk mengikuti kegiatan wajib pra-kuliah. Mungkin karena inilah yang menginspirasi teman2 untuk berorganisasi dan berprogram utama : ‘membantu’ adik-adik alumni SMAN1 agar lebih nyaman tinggal dan mencari ilmu di Bandung, selain dimungkinkannya anggota Widya Kelana dapat saling asah-asih-asuh serta bersilaturahmi sebagai Alumni SMAN-1 Ska.
Dalam ‘pemerintahan’ saya, program besar yang kami lakukan adalah bikin ‘sarasehan’ di SMAN-1 Ska, member informasi bagaimana studi di Bandung, khususnya ITB serta mensosialisasikan tempat-tempat ‘penampungan’ sementara bagi adik-adik yang akan studi di Bandung. Maklum, yang disebut sebagai anggota Widya Kelana waktu itu adalah alumni SMAN1 Ska lulusan 1975 (mulai kuliah 1976) yang kuliah di Bandung (33 orang ITB, 3 orang lainnya non ITB).
Masih dalam masa ‘pemerintahan’ saya, mungkin karena Widya Kelana telah lumayan ‘eksis’, maka saya ‘diundang’ oleh alumni-senior (angkatan 70 dan sebelumnya) dalam rangka ‘sosialisasi’ Kasmaji serta rencana ‘pembentukan’ biro-Bandung (?). Logikanya, karena Widya Kelana adalah berisi alumni SMAN-1 Ska, maka ya otomatis menjadi bagian dari ‘Kasmaji’, ya saya nderek saja, itung-itung Widya Kelana bagian dari Kasmaji, khusus angkatan 76 yg ada di Bandung, wong ya waktu itu kami tidak berniat untuk menjadi wadah satu-satunya bagi alumni SMAN-1. Visi misi kami tidak kesana, sehingga kami tidak ‘offensif merekrut’ angkatan-angkatan sebelumnya untuk bergabung di Widya Kelana. Tujuan kami ya seperti diatas itu, membantu adik-adik alumni supaya ‘ga sampai kleleran’ ketika mencari ilmu di Bandung. Jadi yang kami lakukan sebatas ‘lintas universitas’ saja.
Berkaitan dengan keanggotaan Widya Kelana sekarang, menurut cerita adik-alumni yg bertemu saya dikantor 6 tahunan lalu, adalah alumni SMA se SoloRaya yang kuliah di ITB, menurut saya ini lebih baik jika visi-misinya masih seperti yang kami ‘canangkan’ tahun 1976. Tentunya ga perlu ‘sungkan’ lagi sama Kasmaji, hehehe….. Istilah saya, Widya Kelana telah bermetafor dari lintas-universitas menjadi lintas sekolah/almamater. Nah kalau sekarang Widya Kelana ITB saja, barangkali menarik kalau pengurus yang ada sekarang memprovokasi cah-cah solo(raya) yang kuliah di universitas lain di Bandung. Perlukah? Kalau tidak perlu juga tidak masalah. Yang sekarang inipun membuat saya pribadi bangga koq (lihat pedhet-wijaya.blogspot.com/2007/05/kenangan-semasa-sma.html.)

So…….Go Ahead…..LANJUTKAN
Salam dari Kampung Halaman

Pedhet Wijianto

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 1 Juni 2013 in Ingin Tahu

 

Tag: ,

Dan Aku Mencintai Ilalang

Saat itu sore menjelang senja, saat aku duduk di tepi tanah lapang belakang rumah kakak sepupuku. Itulah kenangan pertemuan pertamaku dengannya. Tiba-tiba dia menghampiriku, tangan kanannya mengulurkan seikat ilalang.
“Kuperhatikan kau dari tadi duduk melihat ilalang bergoyang ditiup angin, Kau suka ilalang, bukan?”
“Siapa kamu?”
“Aku pengelana yang mencintai ilalang.
“Kenapa kau cinta ilalang?”
“Karena ilalang mengajariku ketegaran.”
Entah kenapa aku menyukai jawabannya. Seolah bertemu sahabat yang lama tak berjumpa. Sejenak senyumku pun menyimpul di bibir.
“Kau sendiri kenapa menyukai ilalang?”
“Karena ilalang terlihat tegar tanpa kesan menggoda.”
Kau tersenyum, mengerling “Alasan kita sama.”
“Iya, sama.”
Tidak butuh banyak waktu untuk membiarkan ilalang itu tumbuh. Daun-daunnya tegak menghijau, kemudian tumbuhan itu merajalela. Memenuhi sisi tanah lapang yang takpernah terjamah kaki anak-anak kecil yang bermain bola atau permainan lainnya. Bahkan ilalang-ilalang itu bisa tumbuh di tengah batu padas.
Daunnya yang panjang menjulang ke udara dan sesekali bergerak gemulai tertiup angin, seolah ingin mengatakan “Hai manusia, kenapa kalian putus asa? lihat aku tumbuh tak pernah menyerah pada kesulitan hidup!”
Dan aku benar-benar jatuh cinta.

“Akan kutanam ilalang ini di bawah jendela samping tempat tinggalku”.

“Ilalang-ilalang itu akan menjagamu. Kau tak perlu merawatnya, namun ia akan tetap hidup di halamanmu.”

Kemudian kau beranjak dari tempat dudukmu dan pergi perlahan meninggalkan diriku menikmati warna jingga yang mulai merona di langit senja kala itu.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Maret 2015 in Uncategorized

 

Pesan Buat Pekerja

“Pekerja yang baik adalah pekerja yang melakukan segala sesuatunya dengan tulus dan setia; tidak membantah dan tidak curang; taat dalam segala hal; rela menjalankan pelayanannya; menyenangkan hati karena pekerjaannya berkenan bagi semua.
Apa pun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu untuk Tuhan, bukan untuk kepentingan manusia belaka. Walaupun manusia berkuasa atas alam beserta segala isinya, alam tidak pernah salah dalam menilai apa yang dilakukan dan diperbuat manusia. Keserakahan dan ketidakpedulian akan membawa kehancuran.”

 

Sebuah pesan yang kuperoleh dari suatu buku (maaf lupa tidak dicatat judulnya) di perpustakaan KMCS TCU Gerlong. Pesan untuk bekerja dengan tulus dan setia untuk Tuhan, tidak sekedar untuk kepentingan manusia. Agar menghindari keserakahan dan ketidakpedulian yang membawa ke kehancuran. Pesan singkat padat dan sangat dalam maknanya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 23 Maret 2015 in Uncategorized

 

Izinkan Aku Menyukai Ilalang

Dari sekian banyak bunga, mengapa kau memilih untuk menyukai ilalang? Bukankah mawar jauh lebih indah?
Setidaknya, ilalang tak memerlukan cara yang rumit untuk tetap hidup.Dan juga ilalang tak memiliki duri.Bukankah hidup tanpa menyakiti orang lain adalah sebuah kebahagiaan?
(Lovya Diani, Aku Memilih Untuk Setia)

Hati ini memang hanya satu, cinta ini pun hanya satu. Semoga kau mengerti, apapun yang kupilih, semuanya karena hatiku yang memilihnya.
(Lovya Diani, Aku Memilih Untuk Setia)

Dua petikan yang diambil dari sebuah buku yang sama. Tak tahu apa yang menggerakkanku tiba-tiba merengkuh buku tersebut dan hanya membaca sampul dan beberapa kalimat awal saja.
Pesannya adalah hak masing-masing orang menyukai sesuatu menurut sudut pandang dan tingkat pengetahuannya terhadap sesuatu. Memilih memang bukan hal yang sederhana, namun sering terjadi dalam kehidupan. Dengan segala keterbatasan pengetahuanku terhadap ilalang izinkan aku untuk menyukai Ilalang. Meski aku tahu ilalang tak pernah sengaja di tanam di kebun apalagi sawah atau padang yang luas. Izinkan aku untuk hidup bahagia tanpa harus menyakiti orang lain. Biarlah aku tumbuh di mana sudah tidak lagi orang mau menanaminya, di sanalah ilalang akan tumbuh.
—————————————————————-
Aku suka warna biru. tapi sampai sekarang masih bingung pilih biru laut apa biru langit.Dari pantai aku bisa lihat itu semua.
Doakan saja aku bisa adil dalam memutuskan nanti ketika sudah pantas untuk datang ke pantai untuk memilih.
Memilih siapa yang kuajak mengarungi birunya laut dan mengikuti petunjuk arah birunya langit.
Menuruti kata hati hendak ke mana dia ingin berlabuh sebelum kembali berlayar.
Hidup tidak untuk berdiam.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 9 Februari 2015 in Ide dan Pengalaman, Uncategorized

 

Masih Enggan Memberikan Bantuan

Entah kenapa seringkali diri ini diberi kesempatan untuk memberi bantuan kepada orang lain, baik di kenal maupun yang tidak dikenal. Tidak dikenal kok bisa ngasih bantuan???? mungkin saja, misal menyingkirkan gangguan di jalan (batu/pohon), kan tidak kenal dengan yang nanti bakal lewat selanjutnya. Padahal ada lho perintahnya, yang merintahin ga nanggung-nanggung. Langsung ALLAH melalui firman-Nya di Quran Surat Al Maun.

Kurang lebih di surat itu mengingatkan kepada manusia (yang seringnya lupa), seperti apa ciri orang yang mendustakan agama dan celaka bagi orang yang sholat, namun melalaikan sholatnya.

Satu-satu deh, dari ciri orang yang mendustakan agama.

Apa sih cirinya: pertama menghardik anak yatim, seringkali dengan dalih kita takmampu memberi apapun lantas menghardiknya, padahal di ayat berikutnya terdapat penjelasan, ya kalo kita tidak mampu ya yang sopan lah. Kalo ada pertanyaan, kenapa harus saya sih, kan saya perlu dibantu juga kaya mereka?? Jawabannya adalah dengan mendorong atau mengajak orang lain untuk memberi makan orang miskin. Kalo diri ini merasatak mampu maka anjurkan/ ajaklah orang lain. Jadi kalo boleh disimpulkan, kalo kita mampu ya bantulah, kalo tidak anjurkanlah orang lain, jangan menghardik anak yatim.

Berikutnya mengenai orang yang celaka meski sudah sholat, karena melalaikan sholatnya. Ini saya masih termasuk, yang suka menunda-nunda mengerjakan sholat. Kemudian yang sholat namun berbuat riya ingin dipuji orang lain. Lalu yang terakhir yang enggan membayar zakat atau memberi bantuan kepada yang membutuhkan. Jadi masih enggan buat memberikan bantuan???

Terjemah surat Al Maun.

1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2. Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,
3. dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.
4. Maka celakalah orang yang sholat,
5. (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap sholatnya (927),
6. yang berbuat ria (928)
7. dan enggan (memberikan) bantuan. (929)

(927) : orang yang tidak menghargai serta melalaikan pelaksanaan waktu-waktu sholat.
(928) : ria adalah melakukan perbuatan tidak untuk mencari keridaan Allah, melainkan untuk mencari pujian atau kemasyuran di masyarakat.
(929) : sebagian mufasir mengartikan dengan “enggan membayar zakat”.

Semoga bisa jadi pengingat buat penulis khususnya dan pembaca umumnya.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Juli 2014 in Uncategorized

 

CitiTrans

Citi Trans Executive shuttle

Call Center : 0804 1111 000

Daftar Pool dan Jadwal keberangkatan:

BANDUNG :

Dipati Ukur

Jl. Dipatiukur No.53 (Sebelah SPBU Dipati Ukur)

Tujuan Bintaro | Central Park | Fatmawati | Kelapa Gading | Semanggi Setiap Jam dari pukul 04.00-22.00.(Hari Jumat dan Minggu sampai pukul 23.00)

Cihampelas Walk

Mall Cihampelas Walk Extention GF 06,

Tujuan Kuningan & Thamrin City | Soekarno Hatta International Airports. Setiap Jam dari pukul 04.15-21.45

Pasteur

Jln. Dr. Djunjunan No. 119 Pasteur.

Tujuan Bintaro | Central Park | Fatmawati | Kelapa Gading | Kuningan | Semanggi | Soekarno Hatta International Airports. Check Point dari Cihampelas Walk dan Dipati Ukur.

JAKARTA :

Semanggi

Grand Lucky SCBD Jln. Jendral Sudirman Lot 12 kav 52-53

Tujuan Dipati Ukur Setiap Jam dari pukul 05.00-22.00.(Hari Minggu mulai pukul 06.00)

Fatmawati

Graha Satria 1st Floor Jln. RS. Fatmawati No.5

Tujuan Dipati Ukur Setiap Jam dari pukul 05.00-22.00.(Hari Minggu mulai pukul 06.00)

Kelapa Gading

Jalan Boulevard Barat Blok LC VII No.52

Tujuan Cihampelas Walk Setiap Jam dari pukul 04.45-22.45.(Hari Minggu mulai pukul 05.45)

Bintaro

Ruko Victoria Blok DD No. 9 Sektor 3A,

Tujuan Dipati Ukur Setiap Jam dari pukul 05.00-22.45.

Kuningan

Pasar Festival GF D03 Pintu Utara Zona 5

Tujuan Cihampelas Walk Setiap Jam dari pukul 04.45-22.45

Central Park

Mall Central Park Laguna Lobby – Jln. Let. Jend. S. Parman kav 28

Tujuan Dipati Ukur Setiap Jam dari pukul 05.00-23.00.(Hari Minggu mulai pukul 06.00)

Soekarno Hatta International Airport (SHIA):

Terminal 1B, 1C, 2F & 3

Tujuan Cihampelas Walk. Setiap Jam dari pukul 04.45-22.45.

 

Sumber : http://cititrans.co.id

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Juni 2014 in Jejak Petualangan

 

Tag:

Kekuatan Cinta Seorang Guru

Apa yang lebih berarti dibandingkan dengan keikhlasan dan kepercayaan, Cinta. Kata yang dilahirkan dengan sejuta makna. Banyak definisi dan banyak pula interpretasi, namun hakikatnya cinta itu memiliki pelazimannya tersendiri, bahwa mencintai siapapun dan apapun pasti membenihkan kesetiaan dan pengabdian. Menjadi seorang guru memerlukan kekuatan cinta dalam menghadapi perkara yang di luar jangkauan.

Sesungguhnya tidaklah mudah memikul amanah untuk menjadi seorang guru. Melalui sentuhan seorang guru maka terlahirlah barisan profesi yang jauh lebih wah dari namanya sendiri. Naiflah jika menjadi guru yang hanya berbekalkan teori pedagogi semata-mata.

Sejarah telah membuktikan bahwa kekuatan cinta yang terlahir dari hati yang tulus mampu membuat sesuatu yang mustahil menjadi nyata. Uniknya cinta, ia selalu mempunyai jalannya sendiri untuk membebaskan kita dari belenggu permasalahan. Maka, jika guru memiliki cinta dalam dirinya, pada detik itu pula ia akan mampu mengubah seorang murid yang pemalas menjadi rajin, murid yang pasif menjadi aktif, murid yang nakal menjadi disiplin, dan murid yang sangat manja menjadi murid yang mampu untuk berdikari. Mungkin untuk sampai ke tahap itu, guru akan melalui sebuah perjalanan yang sukar, terjal dan tandus. Perjalanan itu pasti seringkali mengganjal kesabaran untuk mencapai telaga ketulusan. Seringkali guru terjerat dalam tantangan yang sering menghampar ke laut perasaan seorang guru. Kekurangan prasarana sekolah, jarak jauh juga melelahkan, tekanan kerja yang membebankan, serta kepayahan dalam menggali potensi murid yang sudah terbalut selimut malas dan keras kepala selalu menguras sabar dan rasional.

Saat inilah guru mulai mempertaruhkan cinta guru pada sebuah profesi yang mendaulatkan perasaan guru, namun seganas apapun ombak yang menerjang jika guru bertekad kuat, sekuat mentari menyinari bumi sudah pasti aral yang melintang, dapat kita tempuhi juga. Sesungguhnya guru adalah adiwira yang menggerakkan sumber manusia ke arah satu enigma perubahan positif. Janganlah pernah berputus asa dalam usaha mengasah belakang parah, karena guru adalah lentera penggerak yang menghasilkan Transformasi Pendidikan Nasional.

Tanamkan niat pada diri, cinta sejati dan keikhlasan pada profesi ini. Semoga setiap usaha guru dalam melaksanakan baktinya ini mendapat limpahan dan berkah dari Allah. Amin.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Juni 2014 in Uncategorized

 

Siapakah Gerangan sosok Bayu Gawtama

Kali ini saya ingin sedikit bercerita tentang pengalaman memilih buku bacaan. Buat apa? Saya mencoba mencari buku bacaan sebagai sarana memperluas wawasan, menambah semangat, memberi inspirasi sekaligus sebagai upaya mengembangkan diri. Hal menarik yang terjadi adalah saya menemukan buku berjudul “Berguru pada Kehidupan” yang ditulis oleh Bayu Gawtama.

Lalu apa anehnya dengan buku itu? ups…. tunggu dulu… saya bukan akan mengulas mengenai isi buku tersebut. Lain kali saya ulas sendiri di postingan lain. Saya tergelitik dengan sebuah pertanyaan lain yang menarik menurut saya untuk disampaikan, yaitu “Siapakah gerangan sosok Bayu Gawtama ?”. Jujur saya sendiri juga belum tidak kenal beliau. Apa sih menariknya? hahaha… pasti bingung kan.

Saya ingin sampaikan sedikit pesan moral di sini. (eh sudah pantas belum ya berpesan, setidaknya buat penulis pribadi lah). Seringkali kita hanya mau menerima pesan atau cerita atau tulisan dengan memberikan syarat bahwa yang berbicara harus kompeten, terkenal, tokoh dan gelar wah lainnya. Sebenarnya tidak salah sih melakukan hal tersebut. Namun setelah saya nekat buat baca buku karangan Bayu Gawtama ini banyak hal yang saya pelajari tentang kehidupan ini. Kisah-kisah sederhana yang disampaikannya bersumber dari pengalaman pribadi beliau. Mungkin beliau belum menjadi tokoh, namun menurut saya tulisan beliau pantas untuk diambil hikmahnya. Jadi kalo boleh saya simpulkan bahwa janganlah kita melihat suatu pesan dari orang yang menyampaikan, namun lihat dan pahami apa yang disampaikannya. Jika memang benar adanya, meskipun yang menyampaikan seorang preman atau seorang pemulung pun setidaknya kita bisa ambil hikmah dari apa yang disampaikan. Begitu juga dengan apa-apa yang pernah saya sampaikan di blog ini. Karena sang penulis sendiri memang bukan tokoh apa-apa. Penulis senantiasa berharap bisa memberi manfaat meski lewat tulisan. amin.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 20 Mei 2014 in Nasihat dan Renungan

 
 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.