RSS

Dan Aku Mencintai Ilalang

24 Mar

Saat itu sore menjelang senja, saat aku duduk di tepi tanah lapang belakang rumah kakak sepupuku. Itulah kenangan pertemuan pertamaku dengannya. Tiba-tiba dia menghampiriku, tangan kanannya mengulurkan seikat ilalang.
“Kuperhatikan kau dari tadi duduk melihat ilalang bergoyang ditiup angin, Kau suka ilalang, bukan?”
“Siapa kamu?”
“Aku pengelana yang mencintai ilalang.
“Kenapa kau cinta ilalang?”
“Karena ilalang mengajariku ketegaran.”
Entah kenapa aku menyukai jawabannya. Seolah bertemu sahabat yang lama tak berjumpa. Sejenak senyumku pun menyimpul di bibir.
“Kau sendiri kenapa menyukai ilalang?”
“Karena ilalang terlihat tegar tanpa kesan menggoda.”
Kau tersenyum, mengerling “Alasan kita sama.”
“Iya, sama.”
Tidak butuh banyak waktu untuk membiarkan ilalang itu tumbuh. Daun-daunnya tegak menghijau, kemudian tumbuhan itu merajalela. Memenuhi sisi tanah lapang yang takpernah terjamah kaki anak-anak kecil yang bermain bola atau permainan lainnya. Bahkan ilalang-ilalang itu bisa tumbuh di tengah batu padas.
Daunnya yang panjang menjulang ke udara dan sesekali bergerak gemulai tertiup angin, seolah ingin mengatakan “Hai manusia, kenapa kalian putus asa? lihat aku tumbuh tak pernah menyerah pada kesulitan hidup!”
Dan aku benar-benar jatuh cinta.

“Akan kutanam ilalang ini di bawah jendela samping tempat tinggalku”.

“Ilalang-ilalang itu akan menjagamu. Kau tak perlu merawatnya, namun ia akan tetap hidup di halamanmu.”

Kemudian kau beranjak dari tempat dudukmu dan pergi perlahan meninggalkan diriku menikmati warna jingga yang mulai merona di langit senja kala itu.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 24 Maret 2015 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: