RSS

Kekuatan Cinta Seorang Guru

12 Jun

Apa yang lebih berarti dibandingkan dengan keikhlasan dan kepercayaan, Cinta. Kata yang dilahirkan dengan sejuta makna. Banyak definisi dan banyak pula interpretasi, namun hakikatnya cinta itu memiliki pelazimannya tersendiri, bahwa mencintai siapapun dan apapun pasti membenihkan kesetiaan dan pengabdian. Menjadi seorang guru memerlukan kekuatan cinta dalam menghadapi perkara yang di luar jangkauan.

Sesungguhnya tidaklah mudah memikul amanah untuk menjadi seorang guru. Melalui sentuhan seorang guru maka terlahirlah barisan profesi yang jauh lebih wah dari namanya sendiri. Naiflah jika menjadi guru yang hanya berbekalkan teori pedagogi semata-mata.

Sejarah telah membuktikan bahwa kekuatan cinta yang terlahir dari hati yang tulus mampu membuat sesuatu yang mustahil menjadi nyata. Uniknya cinta, ia selalu mempunyai jalannya sendiri untuk membebaskan kita dari belenggu permasalahan. Maka, jika guru memiliki cinta dalam dirinya, pada detik itu pula ia akan mampu mengubah seorang murid yang pemalas menjadi rajin, murid yang pasif menjadi aktif, murid yang nakal menjadi disiplin, dan murid yang sangat manja menjadi murid yang mampu untuk berdikari. Mungkin untuk sampai ke tahap itu, guru akan melalui sebuah perjalanan yang sukar, terjal dan tandus. Perjalanan itu pasti seringkali mengganjal kesabaran untuk mencapai telaga ketulusan. Seringkali guru terjerat dalam tantangan yang sering menghampar ke laut perasaan seorang guru. Kekurangan prasarana sekolah, jarak jauh juga melelahkan, tekanan kerja yang membebankan, serta kepayahan dalam menggali potensi murid yang sudah terbalut selimut malas dan keras kepala selalu menguras sabar dan rasional.

Saat inilah guru mulai mempertaruhkan cinta guru pada sebuah profesi yang mendaulatkan perasaan guru, namun seganas apapun ombak yang menerjang jika guru bertekad kuat, sekuat mentari menyinari bumi sudah pasti aral yang melintang, dapat kita tempuhi juga. Sesungguhnya guru adalah adiwira yang menggerakkan sumber manusia ke arah satu enigma perubahan positif. Janganlah pernah berputus asa dalam usaha mengasah belakang parah, karena guru adalah lentera penggerak yang menghasilkan Transformasi Pendidikan Nasional.

Tanamkan niat pada diri, cinta sejati dan keikhlasan pada profesi ini. Semoga setiap usaha guru dalam melaksanakan baktinya ini mendapat limpahan dan berkah dari Allah. Amin.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Juni 2014 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: