RSS

18 Feb

Menurut saya seharusnya Hukum itu memihak, tapi memihak kepada keadilan, bukan timbangan yang tidak seimbang dan mata yang dibutakan dengan tutup mata.

Indahpangestu's Blog

Jika uang SUDAH berbicara dan kepentingan yang berbicara, maka proses pencarian keadilan di pengadilan juga menjadi bias dan kabur. Itulah yang terjadi dalam dunia peradilan kita. maraknya jual beli perkara dan makelar peradilan. Hakim yang seharusnya tidaklah boleh bertemu dengan para pelaku, justru malah bisa berkomunikasi luas. Bahkan ujar Satjipto Rahardjo yang juga di populerkan oleh Achmad Ali: Putusan hakim tergantung pada makan malamnya. Artinya bahwa putusan hakim sudah tidak lagi melihat sisi keadilan, kepastian dan kemanfaatan hukum dengan bersandarkan pada teori-teori hukum dan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, tapi justru dari apa yang dia peroleh dari para pihak. Seringkali bahkan putusan-putusan itu diluar akal sehat dan nalar atau logika hukum maupun logika orang cerdas. Ya seperti itulah, sebab dalam memutus perkara seringkali tidak lagi memakai nalar atau logika, tapi memakai pendekatan perut dan kepentingan.

Lambang Dewi Keadilan yang ditutup matanya dengan membawa pedang ditangan kanan dan timbangan di tangan…

Lihat pos aslinya 552 kata lagi

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 18 Februari 2013 in Ingin Tahu

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: