RSS

Setiap Butir Nasi itu Berharga

06 Feb

Bagi sekelompok orang, petani adalah kehidupan. Proses panjang menghargai kasih-sayang alam dan lingkungan sekitar. Proses panjang dari rasa syukur kepada yang maha kuasa. Padi-padi bisa tumbuh subur, hanya dengan kebaikan Tuhan-lah, dari tiap padi tersebut akan muncul bulir-bulir padi yang banyak. Kita tidak pernah bisa menumbuhkan padi, membuatnya berbuah, kita hanya bisa membantu prosesnya.

Boleh jadi semua padi-padi yang sudah tumbuh hijau tidak akan berbuah kemudian. Boleh jadi ada hama menyerangnya. Boleh jadi seluruh kerja keras petani, para petani yang telah berlelah-lelah mengolah tanah, menyiapkan bibit dan seterusnya, boleh jadi akan sia-sia.

Sia-sia? kalau gagal panen, nahas sekali nasib petani.

Tetapi apapun yang terjadi, petani sudah melaksanakan prosesnya dengan baik. Sekarang tinggal menunggu dan berharap. Itulah kebijaksanaan tetua yang dimiliki oleh leluhur. Menunggu dan berharap. Selalulah meminta pertolongan dengan dua hal itu. Menunggu itu berarti sabar, berharap itu berarti doa.

Dalam kitab suci, orang-orang yang beriman disuruh meminta pertolongan dengan dua hal. Sabar dan Shalat. Mirip sekali dengan kebijaksanaan leluhur.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Februari 2013 in Nasihat dan Renungan

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: