RSS

Jangan terlalu cinta Dunia

16 Jan

Malam itu saya diajak oleh kakak kosan saya untuk menghadiri sebuah pengajian di Masjid Daarut Tauhid yang pembicaranya adalah Aa’ Gym. Sampai di lokasi begitu banyak hadirin yang mengantri di depan pintu masjid untuk bisa masuk. Karena banyak sekali akhirnya kami hanya sempat shalat Isya (sebelum pengajian di mulai) i pelataran masjid. Dalam hati aku sangat kagum akan keinginan yang besar para jamaah yang hadir. sampai-sampai penuh sesak. Satu hal yang ku petik di sini adalah kita harus berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan, di sini terlihat bahwa yang lebih dahulu datang (jauh) sebelum adzan isya dapat memperoleh saf di dalam masjid.
Beberapa saat setelah menunaikan sholat Isya, para jamaah mulai berbondong-bondong masuk ke masjid dan merapat untuk bisa mendengarkan dengan baik. Akhirnya dapat berada di dalam walaupun harus berdesak-desakan.
Dari sekian banyak ceramah yang disampaikan oleh Aa’, yang begitu terngiang dalam pikiran sampai sekarang adalah mengenai anjuran untuk tidak terlalu mencintai dunia. Kita harus ikhlas terhadap segala ketentuan-Nya baik itu yang kita inginkan atau yang tidak diinginkan/tidak disukai. Jika diibaratkan sebuah benda maka perumpamaannya adalah kawat berduri. Jika kita pegang dengan sangat erat ketika akan diambil oleh pemiliknya maka akan menimbulkan luka di tangan. Namun jika kita ikhlas dan tidak memegangnya sangat erat tentu tidak akan menimbulkan luka (perasaan kecewa).
Tanpa diduga besoknya ketika perjalanan ke Solo naik kereta Huripan, saya diberi kesempatan untuk benar-benar mengaplikasikan hal di atas. Tempat duduk yang seharusnya untuk saya dipakai oleh orang yang tidak saya kenal. Saya merelakannya untuk dipakai beliau walaupun tidak ada jaminan saya akan dapat penggantinya. Kemudian ketika kereta berangkat ada bangku yang masih kosong di sebelah toilet dan ketika saya tanyakan ke orang di depannya masih kosong, Alhamdulillah. Ya mungkin ini ketika dibaca kesannya biasa. Yang luar biasanya ketika saya naik kereta berikutnya dari Kutoarjo ke Solo saya memperoleh tiket tanpa tempat duduk, namun ada yang berbaik hati berbagi tempat duduknya dengan saya. Sya pikir ini aalah balasan yang sangat berlipat. Sungguh malu rasanya jika selama ini saya terkadang masih kurang bersyukur dan tanpa sadar mengeluh. Sungguh luar biasa nikmat Allah.
Ini baru awal saja, masih ada 2hari yang luar biasa yang aku alami selama di Solo. Sementara sampai di sini dulu besok disambung lagi.. InsyaAllah.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 16 Januari 2012 in Ide dan Pengalaman

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: